post-image

Pengabdian Kepada Masyarakat Dosen FKIP Unilak: Pentingnya Identifikasi Miskonsepsi Siswa Pada Pembelajaran Berbasis Digital

FKIP Unilak - Masa pandemic berangsur berubah menjadi new normal. Begitu juga dengan pembelajaran di sekolah yang berangsur menerapkan pembelajaran tatap muka sebahagian. Berbagai upaya dilakukan sekolah untuk melaksanakan pembelajaran sebagaimana mestinya. Beberapa sekolah  di Pekanbaru menerapkan hybrid learning dalam pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Pembelajaran hybrid learning adalah pembelajaran yang dominan menerapkan teknologi informasi dan media digital. Proses pembelajaran dapat dengan bebas  dan pesat berkembang tanpa disadari dapat menjadi salah satu penyebab muncul miskonsepsi pada siswa.

SMA Budhi Luhur yang berlokasi dekat dengan kampus FKIP Universitas Lancang Kuning menjadi alasan dilaksanakan suatu bentuk kegiatan berupa pengabdian. Dilaksanakan pendampingan penggunaan google form sebagai alat evaluasi belajar dan identifikasi miskonsepsi hasil belajar siswa. Kegiatan dilaksanakan pada hari Kamis tanggal 2 Juni 2022 yang diikuti oleh 10 orang peserta yang berasal dari unsur guru mata pelajaran. Sekolah menyambut antusias kegiatan yang laksanakan. Menurut Kepala Sekolah bahwa integrasi teknologi informasi dan komunikasi atau pemanfaatan media digital dalam aktivitas belajar masih sangat mendominasi oleh sebab itu untuk peningkatan SDM guru-guru sekolah sangat dibutuhkan kegiatan ini. Apalagi dilengkapi dengan teknik identifikasi miskonsepsi pada siswa yang masih jarang dideteksi oleh guru-guru dalam pembelajaran.

Pelaksanaan kegiatan pengabdian berjalan lancar dengan peserta yang antusias mengikuti rangkaian acara. Dihasilkan dalam kegiatan ini berupa peningkatan pengetahuan guru tentang penggunaan google form dan menggunakan teknik identifikasi miskonsepsi dalam mengevaluasi pembelajaran yang telah dilakukan oleh guru dan siswa. Sebagian peserta mengaku bahwa mereka tidak pernah menerapkan teknik evaluasi untuk identifikasi miskonsepsi siswa. Guru-guru dan pihak sekolah berharap kegiatan ini dapat berlanjut untuk pengembangan lebih mendalam tentang pemanfaatan teknologi informasi dalam upaya peningkatan profesionalisme sebagai guru.