post-image

Cetak Lulusan Profesional, Fadiksi Unilak Undang Dosen Tamu

Fadiksi Unilak - Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Pendidikan dan Vokasi (Fadiksi) Universitas Lancang Kuning (Unilak) datangkan dosen tamu dari Universitas Negeri Malang (UNM), Francisca Maria Ivone, P.hD.

Dalam konteks pendidikan di Indonesia, masalah tentang mutu pendidikan nasional dan mutu guru merupakan tema yang menarik dan menjadi sorotan dari berbagai perspektif dan cara pandang banyak pihak. Salah satu masalah yang menjadi sorotan penting bagi banyak pihak terkait dengan rendahnya mutu pendidikan secara nasional itu adalah menyangkut kompetensi dan profesionalisme guru.

Sebagai Perguruan Tinggi pencetak calon guru yang mengedepankan kompetensi, Fadiksi Unilak tidak ingin ketinggalan dalam mempersiapkan calon Sarjanawan berintelektual yang siap terjun ke dunia kerja serta mengedepankan Profesionalismenya dalam mendidik generasi emas masa depan.

Untuk memenuhi tuntutan zaman tersebut, Fadiksi Unilak melakukan kegiatan visit lecturer bersama Francisca Maria Ivone, P.hD yang merupakan expert lecturer in Technology Enhanced Language Learning, Computer-Assisted Language Learning/CALL, and Instructional Media in English Language Teaching.

Dijelaskan Dekan Fadiksi Unilak, Dr Herlinawati, S.S M.Ed, Selasa (20/09), kegiatan ini dibentuk dalam tim teaching pada mata kuliah Instructional Media and Activities in Language Teaching.

“Kegiatan ini dilaksanakan berturut-turut mulai pada hari ini, 20 hingga 22 September 2022 mendatang,” jelas Dekan muda tersebut.

Dengan adanya kegiatan ini, wanita berparas lemah lembut itu berharap kompetensi dan profesionalisme calon guru bahasa Inggris dapat terpenuhi sesuai amanat undang-undang guru dan dosen (UU no.14/2005).

“Selain kegiatan ini, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Unilak juga melaksanakan kegiatan workshop bagi dosen yaitu pembuatan RPS berbasis Case Method dan Project Base Learning dalam rangka memenuhi tuntutan Indeks Kinerja Utama ke 7 yaitu jumlah mata kuliah yg menggunakan case method dan team Based Project,” jelas wanita yang akrab disapa Herlina itu panjang lebar.

“Ini juga merupakan bagian penting untuk implementasi dari konsep kurikulum Outcome Based Education pada siklus PDCA atau Plan – Do – Check – Action dan juga sebagai upaya persiapan akreditasi LAMDIK dan akreditasi Internasional,” pungkas Herlina.